Example 325x300

Yasonna Laoly Pantas Ganjar  “BT” Penghargaan? 

Yasonna Laoly Menteri Hukum dan HAM
SIANTAR-24SMNew | Diduga sukses memasok narkoba ke dalam Lapas Kelas IIA Pematangsiantar, BT, pantas  diganjar penghargaan. Bah…!

Selain jasanya mampu membuat Narapidana (Napi) dalam penjara tetap bisa menikmati narkoba, keuntungan bisnis haramnya juga dibagi-bagi kepada yang membutuhkan. BT tak cekik sendiri. Sekali pun yang dibagi hanya secuil dari keuntungan.

Seperti yang tertangkap media ini pada Rabu (26/07/2023) siang kemarin. BT, bak saudagar kaya raya berbagi uang hasil bisnis haramnya kepada sejumlah pihak. Ratusan orang silih berganti mengambil jatah pembagian uang dari BT di salah satu cafe di tengah Kota Siantar.

Example 325x300

Aktivitas bagi-bagi uang itu berjalan lancar. Awak media ini yang mendapat informasi BT bagi-bagi uang, segera turun ke lokasi dan menyaru sebagai penerima jatah. Dan benar. BT menyerahkan sejumlah uang namun awak media ini akhirnya mengembalikannya lagi kepada BT. Sebab, semata hanya ingin membuktikan saja.

Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas IIA Pematangsiantar, Reymon S, ketika dikonfirmasi, tidak berani memberikan komentar apa-apa terkait aktivitas bagi-bagi uang mengatasnamakan pengamanan peredaran narkoba di dalam Lapas.

Salah seorang penerima uang pengamanan peredaran narkoba di dalam lapas, tidak membantah kalau BT saat itu memang sedang membagikan “Uang Stabil” kepada sejumlah pihak. Agar, mau bekerjasama dalam merahasiakan aktivitas peredaran narkoba di dalam Lapas yang diduga dijalankannya bersama sindikatnya selama ini.

“Iya bang. Uang Stabil Lapas itu. BT disebut-sebut yang memasok narkoba ke dalam lapas. Ini uang tutup mulutlah kira-kira,” katanya.

Sekjend Pendiri LSM Strategi Sumut, Al Husein, menyayangkan kabar yang sampai ke telinganya seperti itu. Menurutnya, informasi adanya aktivitas BT berbagi uang dari keuntungan bisnis pemasokan narkoba ke dalam Lapas, tentunya menampar marwah Kementerian Hukum dan Ham yang dipimpin Yasonna Laoly.

Begitu pun, jika benar peredaran narkoba ke dalam Lapas adalah sebuah keharusan demi alasan menjaga stabilitas keamanan di dalam Lapas, BT sudah sepantasnya mendapatkan penghargaan langsung dari Yasonna Laoly selaku Menteri Hukum dan HAM.

“Sekalian saja. Kalau memang narkoba sebuah kebutuhan di dalam Lapas atas alasan stabilitas keamanan di dalamnya, diberi saja penghargaan kepada BT itu. Jasanya tentu membantu pihak Lapas. Dan selain itu, BT juga bermanfaat bagi yang di luar Lapas. Kecipratan pembagian uang keuntungan bisnis narkoba,” papar Husein.

Sebaliknya sambung Husein, jika peredaran narkoba di dalam Lapas masih dianggap sebuah tindakan pelanggaran hukum, para pejabat Lapas Kelas IIA Pematangsiantar sudah sepantasnya diperiksa. Ditindak tegas dan bila perlu diberi sanksi tegas.

“Mudah sekali kalau Yasonna Laoly punya keinginan membersihkan Lapas dari narkoba. Tegakkan saja hukum dan bila perlu, dilakukan kerjasama dengan BNN dan Kepolisian untuk ikut terlibat dalam pengamanan di dalam Lapas selama 24 jam. Terutama, pemeriksaan ketat bagi siapa saja yang masuk ke area Lapas. Tak terkecuali pegawai Lapas itu sendiri,” papar Husein.  (Ah)