Example 325x300

Susanti Copy Paste Hefriansyah

SIANTAR-24SMNew | Sepanjang masa kepemimpinannya, Wali Kota Siantar Susanti Dewayani, belum melahirkan prestasi membanggakan dan dirasakan kemanfaatannya bagi warga. Susanti dinilai hanya copy paste dari wali kota sebelumnya, Hefriansyah Noor yang miskin karya.

Pemerhati Kebijakan Kota, Arnes Gurning, sangat menyayangkan mengapa kesempatan memimpin Siantar, tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh Susanti untuk melahirkan kebijakan yang berdampak langsung secara positif dalam kehidupan masyarakat Kota Siantar.

Example 325x300

“Susanti sama dengan wali kota sebelumnya. Bukannya meringankan beban warga. Contohnya NJOP 3000 persen di masa Hefriansyah. Ini, kan tetap dilanjukan juga oleh Susanti,” tegas Arnes, Rabu (12/07/2023) pagi.

Jauh dari prestasi, Arnes bahkan menganggap Susanti copy paste Hefriansyah yang miskin karya. “Coba kita saksikan saja lah. Apa kebijakan wali kota yang berdampak langsung bagi kehidupan warga. Gak ada. Gak ada yang bisa dibanggakan,” sambungnya.

Bukan saja mengakhiri masa jabatannya dengan tanpa prestasi, Susanti juga diprediksi akan seperti Hefriansyah. Begitu menyelesaikan tugas, terseret- seret dalam kasus korupsi.

“Waktu menjabat miskin prestasi, setelah pensiun kaya dengan dengan pemberitaan media yang terseret-seret kasus korupsi. Ini bisa jadi dialami Susanti. Seperti yang saat ini menimpa Hefriansyah,” timpalnya seraya memprediksi, Susanti pun akan mengikuti jejak Hefriansyah dengan tidak mencalonkan diri kembali di periode ke-2.

Alasannya, menjabat wali kota pun keduanya hanya sebatas menerima “Durian Runtuh” atas musibah kematian calon wali kota yang mereka dampingi saat gelar Pilkada.

Seperti diketahui, Dua periode berturut-turut, pelaksanaan Pilkada Siantar mengalami musibah. Pasalnya, calon wali kota meninggal dunia setelah memenangkan pertarungan. Hulman Sitorus di Pilkada 2015 dan Asner Silalahi di Pilkada 2020.

Hulman Sitorus digantikan Hefriansyah, sementara Asner Silalahi digantikan Susanti. (Ung)