Example 325x300

Sabaruddin Sirait cukup 3 Tahun di DPRD Simalungun

SIMALUNGUN-24SMNew | Sekali pun masa jabatan DPRD Simalungun sampai 5 tahun, Sabaruddin Sirait, berjanji hanya 3 tahun menjabat legislator. Setelah itu, dirinya akan mundur.

Kontrak politik yang berisiko ini disepakati caleg Hanura Simalungun, tersebut dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Mengingat apa yang selama ini dirasakan masyarakat khususnya Dapil 5 Simalungun, sudah sangat berkepanjangan.

Example 325x300

Ada pun kontrak politik yang disepakati Sabaruddin Sirait, membenahi jalan penghubung khususnya Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi menuju Tanah Jawa. “Jika tidak juga bagus selama saya menjabat paling lama 3 tahun, saya bersedia mundur,” tegas Sabar, Kamis (01/02/2024) pagi.

Sejak awal Sabaruddin Sirait menegaskan, targetnya tersebut selalu ia sampaikan kala kesempatan kampanye dan turun langsung ke masyarakat Dapil-5.

“Saya setiap turun ke lapangan, saya sampaikan terus komitmen ini. Supaya tidak hanya janji busuk aja, tetapi soal jalan ini bentuk kebutuhan pokok dari masyarakat. Banyak akses yang terganggu kalau jalan ini tidak segera diperbaiki,” pungkas aktivis di masa mahasiswa ini.

Jika infrastuktur diperbaiki lanjutnya, akan sangat membantu masyarakat beraktivitas dan menjalankan roda ekonomi mereka.

“Jalan ini kalau kita dorong untuk diperbaiki pasti akan berdampak positif bagi masyarakat. Akan banyak yang tertolong. Saya sudah berapa kali menyampaikan hal ini kepada anggota dewan yang saat ini duduk dari Dapil 5. Tetapi sampai saat ini tidak dihiraukan. Ini mendorong saya harus ikut dalam kontestasi pemilu demi memperjuangkan hak-hak warga mendapatkan fasilitas jalan yang layak,” tutur putra asli Jawa Maraja Bah Jambi ini menekankan.

Saat ini jika tidak memiliki jabatan di pemerintahan pesan Sabar, tentu memiliki keterbatasan untuk memperjuangkan perbaikan jalan tersebut.

Sabaruddin juga menambahkan, jika dia tidak duduk di DPRD Simalungun, mendorong perbaikan jalan adalah hal yang mustahil untuk terealisasi. Sebab sejak lama saat masih sebagai mahasiswa, Sabaruddin tak pernah berhenti berjuang habis-habisan agar jalan diperbaiki. Namun tak pernah membuahkan hasil hingga sekarang.

“Jalan yang seharusnya bisa di tempuh 15 menit, dikarenakan kerusakan yang parah, waktu tempuh bisa sampai 2 jam. Kita berharap dukungan dan doa masyarakat untuk perjuangan perbaikan jalan menjadi layak,” tutup Sabaruddin. (Rel)