Example 325x300

Petani Simalungun Demo Mapoldasu, Bupati Tak Peduli

Radiapoh Hasiholan

24SMNew-SIMALUNGUN | Kelangkaan dan mahalnya harga pupuk subsidi di Kabupaten Simalungun, terus menjadi persoalan. Petani bahkan berunjukrasa di depan Mapoldasu dan kantor Gubsu untuk menemukan solusi. Naifnya, sebagai pemimpin di Simalungun, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga, justru terkesan tak peduli.

Example 325x300

Hal ini terbukti saat Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga, dikonfirmasi lewat Kepala Dinas Pertanian Simalungun Ruslan Sitepu. Dengan enteng dan bukannya memberikan sulusi, Ruslan justru menanggapi aksi petani itu seolah bukan menjadi tanggungjawabnya. “Dari segi usulan pupuk dan alokasi yang kita terima, sudah kita bagi ke 32 kecamatan. Soal harga, kalau kios melanggar, tindak aja kiosnya,” jawab Ruslan enteng tanpa beban, Rabu (2/03/2022) sekira pukul 21.00 WIB.

Menanggapi respons tersebut, pengamat pertanian D Siagian, mengaku sangat kecewa. Ruslan sebagai perpanjangan kewenangan Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga, tak sewajarnya memberikan jawaban yang terkesan lepas tanggungjawab seperti itu. Karena, hanya akan menambah luka di hati para petani Simalungun.

“Ini Ruslan ini menganggap dirinya tak perlu bertanggungjawab atas kelangkaan dan mahalnya harga pupuk subsidi di Simalungun. Sebagai Kadis Pertanian, tidak sepantasnya perjuangan petani Simalungun direspons sesederhana itu. Ruslan harusnya bisa mencari titik persoalan dan segera mengatasinya. Memberikan jaminan ke petani mendapatkan pupuk subsidi,” tandas Siagian.

Sebagai pejabat publik yang harusnya menjaga nama baik Bupati Simalungun, masih kata Siagian, jawaban Ruslan harusnya tak segampang itu. Selain terkesan tak peduli, sangat-sangat menunjukkan Ruslan tak paham dengan persoalan yang tengah dialami petani hingga terpaksa berunjukrasa ke Mapoldasu dan kantor Gubsu.

“Sebelum persoalan ini semakin dianggap enteng oleh Ruslan, ada baiknya Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga, segera meninjau ulang jabatan Kadis Pertanian dari Ruslan. Kita percaya masih banyak pejabat di Simalungun yang lebih peka dan mau peduli dengan nasib dan masa depan petani,” tutup Siagian.

Sekadar diketahui, pascaunjukrasa di Mapoldasu dan kantor Gubsu beberapa hari lalu, petani Simalungun sampai sekarang belum mendapatkan kepastian untuk bisa mendapatkan pupuk subsidi dengan mudah dan harga yang terjangkau. Sesuai Harga Eceran Tertinggi. (ung)