Example 325x300

Masyarakat Cengap-cengap Nyari Migor, Bupati Simalungun Kemana? HiPPI Buka Suara

Photo : Arifin Sihombing, Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia

24S-MetroNew – Simalungun | Kelangkaan minyak goreng (Migor) melanda Kabupaten Simalungun. Masyarakat, kian kesulitan mendapatkannya. Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga, terkesan tak bisa apa-apa. Arifin Sihombing, akhirnya buka suara.

“Pemkab Simalungun harus bertanggungjawab dengan kondisi ini. Masyarakat sekarang ini berharap kelangkaan migor segera diatasi,” kata Arifin Sihombing, Kamis (10/02/2020) sore.

Example 325x300

Caranya, sambung Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HiPPI) Kabupaten Simalungun ini, Pemkab Simalungun harus gencar menggelar operasi pasar.

“Kita berharap Pemkab Simalungun mengambil tindakan cepat dengan menggelar operasi pasar secara masif. Jangan tunggu lama lagi yang hanya akan menambah penderitaan di tengah masyarakat,” tambah Arifin lagi.

Terjadinya kelangkaan migor di pasar sambung Arifin lagi, paling menyulitkan pedagang kecil terkhusus yang bergantung pada migor dalam menjalankan usahanya.

“Migor dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan pemerintah gak ditemukan di pasaran. Ini yang perlu diperhatikan. Sebab bila dibiarkan terus, spekulasi pasar kian terjadi. Maka itu harus segera diperhatikan serius dan diatasi. Sekarang ini pedagang kecil kewalahan. Tukang gorengan misalnya. Maka itu kita minta pemerintah tanggap,” harap Arifin.

Paling menyakitkan lagi masih Arifin menyebutkan, di Simalungun terdapat pabrik minyak makan
INL (Industri Minyak Nabati Lestari) KEK Sei Mangke Kecamatan Bosar Maligas. (Jadi makin menyakitkan lagi itu. Pabriknya ada di Simalungun, minyak gorengnya gak ada di pasaran. Aneh sekali,” pungkasnya.

Sayangnya, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga, melalui Kadis Infokom Wasin Sinaga, justru terkesan tak ambil pusing dengan kondisi lapangan. Bahkan kuat diduga, tidak memiliki program penunjang untuk mengantisipasi dan mengatasi persoalan kelangkaan migor di Kabupaten Simalungun.

Hal ini dibuktikan dari sikap cuek Wasin Sinaga yang tak menjawab konfirmasi wartawan. Begitu juga dengan Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga. Tak dapat dihubungi karena masih memblokir nomor wartawan media ini. (Ung)