Example 325x300

Isu Menyerang Komjen Agus Murahan dan Tak Bermoral

Kabareskrim Mabes Polri Komjen Agus Andrianto

SIANTAR-24SMNew | Isu yang menyerang pribadi Kabareskrim Mabes Polri Komjen Agus Andrianto, dinilai murahan dan tak bermoral serta berbasis data.

“Saya menilai isu tersebut murahan dan tak bermoral serta tak berbasis data. Isu ini hanya membalas dendam atas keberanian Pak Agus dalam membongkar kasus pembunuhan Brigadir J dengan tersangka Irjen Pol FS,” tegas Indra Syahputra SH, Selasa (23/8/2022) pagi.

Example 325x300

Selama ini sambung Ketua Satuan Petugas Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Satgas-Pujakesuma) Kota Siantar, ini Komjen Agus dikenal berintegritas tinggi serta menjunjung tinggi marwah institusi Polri.

“Kita mengenal beliau bukan baru satu dua tahun. Selama betugas di wilayah hukum Polda Sumut, bahkan sampai menjabat sebagai Kapolda Sumut, masyarakat Sumut sudah memahami karakter beliau yang sangat bersahaja dan tak gemar neko-neko apalagi nego-nego dengan para pelanggar hukum,” papar Indra lagi.

Dengan adanya isu yang disebar atas keterlibatan Komjen Agus pada konsorsium perjudian dan narkotika, menurut Indra lagi, ada niat-niat kotor pihak yang ingin menjatuhkan reputasi Komjen Agus yang saat ini sedang populer-populernya di kasus pembunuhan Brigadir J.

“Isu tak berdasar data itu tujuannya juga untuk menjatuhkan reputasi beliau yang sedang moncer saat ini. Lain tidak. Kita berharap, Komjen Agus tidak gentar dengan serangan murahan seperti itu,” tandas Indra yang memastikan, Komjen Agus sebagai Ketua Dewan Pembina Pujakesuma, selama ini dikenal sebagai sosok sederhana, tegas, layak menjadi panutan dan berwibawa.

Sementara itu Komjen Agus yang diminta tanggapannya terkait isu yang menyantumkan namanya terlibat dalam konsorsium 303 dan narkotika, tidak banyak berkomentar. “Kita fokus (Kasus Pembunuhan Brigadir J) kerja aja dulu,” jawab Komjen Agus.

Seperti yang tersebar lewat pesan berantai WhatsApp, nama Komjen Agus Andrianto dicantumkan pada puncak jaringan konsorsium judi dan narkotika. Jaringan yang dibuat dalam bentuk bagan itu melibatkan sejumlah nama jenderal lainnya di bawah Komjen Agus. Selain itu, nama para bandar lengkap dengan wilayah operasinya masing-masing. (Ung)