Example 325x300

Imakor 6 Kali Tuntut Kejatisu, Hasil Telaah Dugaan Korupsi MCK Paluta Disembunyikan?

MEDAN-24SMNew | Setahun berlalu, dugaan korupsi Program Pembangunan MCK Kawasan Desa Sehat di Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Paluta, ternyata masih kabur.

Hal ini terungkap saat Ikatan Mahasiswa Anti Korupsi (Imakor) Paluta, berunjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jalan AH Nasution Kota Medan, Rabu (9/08/2023) siang.

Example 325x300

Aksi keenam kalinya, Imakor kembali mempertanyakan perkembangan proses laporan yang sebelumnya telah mereka sampaikan. Terkait Program Pembangunan MCK Kawasan Desa Sehat di Dinas Perumahan dan Pemukiman (PERKIM) Paluta TA 2022, diduga sarat dengan tindak pidana korupsi.

Saat aksi digelar, Koordinator Aksi, Mulkan, menyebut jika saat ini program tersebut tak bermanfaat bagi masyarakat. “Ini proyek gagal. Padahal anggarannya sangat fantastis,” pekik Mulkan dalam orasinya.

Koordinator Lapangan, Rizki Hasibuan, menambahkan, permasalahan hukum di Padang Lawas Utara diharapkan menjadi perhatian khusus. Terutama bagi aparat penegak hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

“Kami berharap agar Bapak Idianto, serius dalam penanganan hukum laporan kami mengenai program Perkim tersebut. Serta memanggil dan memeriksa Kadis Perkim Paluta berikut oknum-oknum yang terlibat atas laporan kami,” sambung Rizki Hasibuan.

Hampir satu jam menyampaikan orasi, massa Imakor ditemui pihak Kejatisu. Joice V Sinaga yang juga Kasi Penkum Kejatisu, kepada massa Imakor, menerangkan jika Kejatisu telah menelaah kasus tersebut. Sayangnya, hasil telaah tak diungkapkan oleh Joice.

“Kami ucapkan terimakasih kepada adik-adik karna telah menyampaikan aspirasinya kepada kami. Mengenai laporan adik-adik yang sudah masuk, telah selesai kami telaah dan sedang ditindak lanjuti Kejaksaan Negeri Paluta. Kami harap adik-adik bersabar untuk info selanjutnya dari Kejaksaan Negeri Paluta,” pinta Joice terkesan menyembunyikan informasi yang dibutuhkan pendemo.

Pernyataan Joice itu, sontak mengundang reaksi massa yang menuntut agar Joice bisa memberikan bukti bahwa Kejatisu telah memutuskan hasil telaah terhadap kasus tersebut.

“Kami meminta salinan hasil telaah yang dilakukan Kejatisu. Agar kami dapat pelajari hasil telaah tersebut,” tuntut Rizki Hasibuan.

Joice pun berkelit dan beralasan bila hasil telaah yang dimaksudnya, telah diserahkan Kejatisu ke pihak Kejari Paluta.

“Untuk hasil telaah sudah kita sampaikan ke Kejaksaan Negeri Paluta. Jadi kami harap adik-adik bersabar untuk menunggu info dari Kejaksaan Negeri Paluta,” ujar Joice berkilah.

Massa tetap tak puas dengan keterangan Joice dan berjanji akan kembali datang pekan depan menuntut agar Kejatisu membuktikan keseriusan dalam menangani dugaan korupsi yang telah dilaporkan Imakor.

“Kami akan melakukan aksi yang sama minggu depan untuk mengetahui hasil tindak lanjut dari Kejaksaan Negeri Paluta,” tegas Rizki Hasibuan.

Setelah menyampaikan aspirasinya, masa Imakor membubarkan diri dengan tertib di bawah pengamanan pihak Kepolisian. Usai aksi, massa menyatakan tidak akan puas sebelum Kejatisu menyampaikan kemajuan dan perkembagan dari laporan mereka.

Massa yang sudah kali ke enam menggeruduk Kejatisu, memastikan tidak akan berhenti berunjuk rasa berjilid-jilid sampai kasus yang dilaporkan membuahkan hasil yang maksimal. (DS)