Example 325x300

Duduk di Teras Rumah, Sabu di Saku Celana Tak Mau Berubah

PALUTA-24SMNew | Lagi duduk di teras rumah, ALH (32) dan FKR (19) sport jantung. Polisi datang menggeledah. Sabu di saku celana diharap bisa berubah wujud entah jadi apa, tapi sial harapan tinggal penyesalan. Penjara kini menjadi penantian.

Kecerobohan dua pecandu sabu ini sesungguhnya terbongkar tanpa disengaja. Kapolsek Padang Bolak AKP Zulfikar, menguraikan ikhwal penangkapan kedua warga Desa Gunung Tua Tonga Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Paluta, ini pada Kamis malam (31/08/2023) kemarin.

Example 325x300

Berawal dari upaya Polsek Padang Bolak dalam merespons informasi masyarakat demi menciptakan lingkungan bebas narkoba. Tentunya, khusus di wilayah hukum Polsek Padang Bolak.

“Awalnya kami mendapatkan informasi adanya peredaran narkoba di Desa Gunung Tua Tonga. Tim Opsnal kami langsung merespons dan melakukan penyelidikan di desa tersebut,” urai Kapolsek.

Hasilnya, transaksi narkoba tak ditemukan. Namun, petugas sambung Kapolsek, tak putus asa. Mengamati sekeliling lokasi, akhirnya terlihatlah ALH dan FKR sedang duduk-duduk di teras rumah.

Kedatangan petugas direspons kikuk keduanya. Curiga dengan sikap tak wajar, petugas sontak mendatangi keduanya. Pemilik rumah yang tak lain orang tua ALH, dipanggil petugas menyaksikan penggeledahan terhadap keduanya.

Dengan penuh rasa cemas, keduanya pun berharap sabu-sabu di saku celana FKR bisa berubah wujud entah menjadi batu. Agar lolos dari jerat hukum. Sial, sabu tersebut keburu ditemukan petugas dari saku celana FKR. Harapan pupus, detik selanjutnya terbayang pengapnya penjara di depan mata.

Petugas pun memboyong keduanya dan kini meringkuk di jeruji besi kantor polisi.

Kapolsek menambahkan, sebanyak 2 bungkus plastik transparan kecil diduga berisi sabu dan satu unit handphone, turut diamankan sebagai barang bukti.

Terkait sabu milik keduanya, diketahui berasal dari pengedar kawasan Kota Pinang Kabupaten Labuhan Batu Selatan. Tepat bertetangga dengan Kabupaten Paluta.

“Mereka membeli barang haram tersebut dari seorang pria berinisial B yang tinggal di Kota Pinang. Keduanya kita tahan beserta barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut,” tutup AKP Zulfikar. (DsP)