Example 325x300

Chandra Rambey : Soal Pemindahan IKN

Chandra Rambey :”A City Cannot be a Work of Art.”

Laporan: Dedi s Panjaitan

Example 325x300

 

24SMetroNew | Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara menjadi isu yang hangat. Dimana rencana tersebut sempat simpang siur pada tahun 2020 lalu, akibat pandemi Covid-19. Pembangunan IKN yang memakan biaya tidak sedikit menjadi hal yang perlu dipertanyakan secara objektif.

Beberapa Presiden RI sebelumnya, sudah pernah mengkaji tentang pemindahan Ibu Kota Negara. Namun, hal tersebut belum terealisasi. Akhirnya, pada tahun 2020 lalu, Presiden Jokowi memutuskan untuk memindahkan Ibu Kota menuju Kalimantan Timur. Yang diperkirakan, pemindahan tersebut menelan biaya yang fantastis, sebesar Rp 466 (triliun). Dimana pemerintah hanya akan membiayai sebesar 19% dari nilai tersebut. Dan sisanya berasal dari skema Public-Private Partnership dan Investasi Swasta.

Chandra Rambey, mengatakan bahwa perlu waktu panjang untuk melakukan pemindahan IKN.

“Pemindahan IKN perlu waktu lama dan bertahap agar sebuah kota menjadi hidup dengan penuh kegiatan dan Interaksi dengan masyarakat didalamnya,”Tegas Chandra.

Jane Jacobs, seorang Ahli Tata kota dari Amerika Serikat mengatakan, “Perkembangan Komunitas Perkantoran tidak bisa didekati melalui perspektif Arsitektur saja. Karna, hanya akan menimbulkan masalah dimana para penata kota akan mereduksi “kehidupan yang ada didalam kota” menjadi karya seni”.

Anggota Dewan Pakar PKS Sumut ini mengatakan bahwa, “Sebuah kota atau wilayah secara umum tidak bisa dilihat hanya sebatas kumpulan karya fisik yang hanya digunakan sebagai karya seni, melainkan sebuah jaringan dan hubungan yang kompleks, dimana manusia adalah faktor yang signifikan dalam mendorong perkembangannya menjadi suatu kawasan pemukiman yang hidup, dan hal tersebut bukanlah perkara yang dapat terjadi secara instan,”Jelas Chandra.

Para Ahli telah memperingatkan tentang arti sebuah kota yang baik. Satu kota bukan hanya merupakan kawasan atau kota yang indah. Melainkan, keindahan sebuah kota timbul akibat adanya koordinasi yang spontan antara perencanaan dan kebutuhan masyarakat yang timbul didalamnya, sehingga kota tersebut tumbuh secara organik.

Ceo PT Provalindo Nusa, Consultan dan Advisory, Chandra Rambey. Menekankan bahwa pemindahan IKN tersebut perlu dikaji ulang secara Objektif.

“Rencana Pemindahan IKN sebaiknya secara Objektif perlu dikaji ulang. Disebabkan oleh alasan objektif dari berbagai sisi seperti perencanaan (Arsitektur Kota), Serta Pembiayaan dan Lingkungan. Selain kebutuhan dana yang sangat terlampau besar dan tidak ekonomis, tidak ada jaminan, IKN yang baru tersebut akan hidup dengan aktivitas ekonomi yang massif,”Ucap chandra Rambey, Putra Tabagsel yang sukses di Jakarta.

Lanjut Chandra, “Jangan sampai infrastruktur yang sudah susah payah dibangun didaerah Penajam Pasar Utara malah akhirnya tidak terpakai secara baik, yang ujungnya malah memboroskan anggaran negara. Oleh karenai itu, pemerintah lebih baik menggunakan pos anggaran tersebut untuk hal-hal yang jauh lebih bermanfaat untuk kemaslahatan masyarakat,”Tutup Chandra Rambey. (DsP).