Example 325x300

Aroma Gratifikasi Menguap di Hari Jadi

SIANTAR-24SMNew | Polemik perayaan Hari Jadi Kota Siantar ke 153, terus berguling ke nalar publik hingga memunculkan dugaan gratifikasi dalam tahapan pelaksanaannya.

Pemerhati Hukum Sumut, Satria M Kencana, menitikberatkan dugaan gratifikasi lantaran adanya pelanggaran peraturan serta dugaan penyalah gunaan wewenang dalam pelaksanaannya.

Example 325x300

“Kita patut menduga ada gratifikasi. Pertama dasar hukum pengalihan pembiayaan kepada pihak STTC, tidak jelas. Disporabudpar sebagai pihak yang bertanggung jawab sebagai pelaksana, memberi kesempatan luas pada STTC untuk memamerkan iklan produknya di lokasi acara. Ada kesan ‘dagang sapi’ lantaran produk lokal lainnya tak diberi kesempatan yang sama,” kata Satria, Jumat (17/05/2024) pagi.

Oleh dasar itu lanjut Satria, Wali Kota Siantar Susanti Dewayani, dituntut untuk terbuka. “Tak ada lagi jalan lain. Wali Kota Siantar harus terbuka dan transparan dalam penggunaan biaya. Sampaikan berapa anggaran yang tersedia di APBD Siantar untuk perayaan Hari Jadi, berapa uang yang diterima dari STTC,” tutup Satria.

Seperti diketahui, Perayaan Hari Jadi Kota Siantar ke 153, digelar dengan beragam polemik. Dari pelibatan artis lokal yang tak dilakukan panitia, sampai pelibatan UMKM Siantar yang tak juga diikutkan dalam kegiatan. Murni monopoli mempromosikan prodak STTC sebagai pembiayaan kegiatan. (Ung)